tamu isi

Sejarah Atletik


Sejarah Atletik
  1. Atletik pada masa Yunani Kuno
Atletik yang terdiri dari jalan, lari, lompat dan lempar dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua usianya dan disebut juga sebagai”ibu atau induk” dari semua cabang olahraga dan sering juga disebut sebagai juga sebagai Mother of Sports. Alasannya karena gerakan atletik sudah tercermin pada kehidupan manusia purba, Mengingat jalan, lari, lompat dan lempar secara tidak sadar sudah mereka lakukan dalam usaha mempertahankan dan mengembangkan hidupnya, bahkan mereka menggunakannya untuk menyelamatkan diri dari gangguan alam sekitarnya.
Pada tahun 390 SM pembinaan suatu bangsa dipusatkan pada peningkatan kekuatan fisik mengutamakan pertumbuhan menuju bentuk tubuh yang harmonis dan serasi melalui perpaduan kegiatan Gymnastik, Gramaika, dan Musika.
Kegiatan Gymnastic tedapat gerakan lari, lompat,lempar lembing, lempar cakram, dan gulat. Kelima gerakan-gerakan tersebut dilakukan oleh kaum muda untuk meningkatkan/membangun kekuatan dan membentuk tubuh yang perkasa.
Olahraga atletik terdapat di jaman Yunani yang dipopulerkan oleh Iccus dan Herodicus pada abad IV. Pada masa tersebut kelima macam cabang kegiatan dikenal sebagai olahraga Pentathlon yang berarti  lima, Sehingga setiap perlombaan selalu menggunakan istilah Pentathlon yang berarti lima, maksudnya adalah setiap peserta wajib mengikuti kelima macam olahraga tersebut.
Humeros adalah seorang ahli pujangga Yunani yang mencatat sejarah atletik pertama di dunia, salah satu catatan yang menjadi pegangan adalah olahraga atletik sudah dilakukan oleh semua orang pada zaman purba sekitar 100 tahun sebelum masehi.
Olahraga atletik sudah diperlombakan oleh masyarakat Yunani sejak olympiade kuno, sebelumnya masyarakat Yunani yang terdiri dari berbagai suku dan sering terjadi peperangan antar suku, dengan adanaya olympiade kuno ini didalamnya ada cabang atletik yang diperlombakan maka peperangan antar suku semakin jarang, hal ini dikarenakan masing-masing suku mempersiapkan atlet-atlenya yang akan diterjunkan dalam kegiatan olympiade kuno tersebut.
Tempat arena perlombaabn dimana para atlet akan berlomba dan daerahnya dikelilingi oleh tembok yang kuat tempat tersebut dinamakan Palaestra. Selain bertujuan untuk perdamain antar suku di Olympiade juga bertujuanuntuk upacar keagamaan yaitu untuk menyembah dewa orang Yunani yaitu Zeus.
Macam-macam perlombaan yang dilaksanakan dalam olympiade kuno adalah:
  1. Lomba lari
  2. Pentahtlon
1.      Lari cepat
2.      Lompat jauh
3.      Lempar cakram
4.      Lembar lembing
5.      Gulat
  1. Parcration
  2. Gulat
  3. Tinju
  4. Pacuan kereta kuda
Juara perlombaan pentathlon dinobatkan menjadi raja olympiade kuno dan diarak keliling kota yang disambut oleh masyarakatnya yang mengeluelukan kedatangan sang juara olympiade.
Dengan selalu diadakannya pesta olympiade, maka masyarakat Yunani termotivasi untuk selalu giat berlatih terutama kaum mudanya dan ini memberikan pengaruh positif bagi ketahanan bangsa untuk mempertahankan negaranya dari serangan lawan, seperti halnya yang terjadi di kota Marathon, sebuah kota kecil di tepi pantai Miltiades pasukan Yunani yang jumlahnya lebih sedikit mampu menghalau angkatan perang Persia yang jumlahnya besar, Salah seorang prajurit Yunani yang telah berperang berhari-hari yatu Phellippides disuruh memberikan kabar atas kemenangan ke kota Athena prajurit tersebut meninggal dunia akibat kehabisan tenaga dan hal ini terjadi pada tahun 490 Sebelum Masehi.
Lari marathon merupakan suatu acara untuk mengenag salah satu seorang pahlawan dari Yunani yang bernama Phellippides yang telah berlari dari kota Marathon ke kota Athena yang berjarak kurang lebih 42,195 km, kegiatan ini sampai saat ini selalu diperlombakan baik tingkat Nasional maupun Internasional.
Zaman keemasan atletik berakhir pada tahun 338 sebelum masehi ketika itu bangsa Maxedonia di bawah kepemimpinan raja Iskandar Zulkarnaen menyerang Yunani dan berhasil menaklukannya dan disusul terjadinya huru-hara bangsa Yunani dengan bangsa Romawi yang berakibat hancurnya peradaban dan kebudayaan bangsa Yunani bahkan dihentikannya olympiade kuno semasa kekuasaan Romawi oleh Kaisar Theodoseus. Peradaban Yunani benar-benar hancur setelah terjadi penyerangan oleh bangsa Barbar dari daratn Asia dan disusul meletusnya gunung Olympus yang menghancurkan stadion olympiade dan patung-patung kebesaran bangsa Yunani seperti patung Zeus.
  1. A. Pengertian Atletik
Atletik merupakan aktivitas jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan dasar yang dinamis dan harmonis, yaitu jalan, lari, lompat dan lempar. Bila dilihat dari arti atau istilah “ Atletik” bersal bahasa Yunani yaitu Athlon atau Athlum yang berarti”lomba atau perlombaan/pertandingan”. Amerika dan sebagian di Eropa dan Asia sering memakai istilah/kata atletik dengan Track and Field dan negara Jerman memakai kata Leicht Athletik dan negara Belanda memakai istilah/kata Athleitik.
Atletik juga merupakan sarana untuk untuk pendidikan jasmani dalam upaya meningkatkan kemampuan biomorik, Misalnya kekuatan,daya tahan, kecepatan, kelenturan, koordinasi dan sebagainya. Selainitu juga sebagai sarana untuk penelitian pagi para ilmuan.
Awal sejarah Atletik di Indonesia tercatat pada permulaan tahun 1930-an, ketika Pemerintah Hindia Belanda memasukkan olahraga ini sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.
Di kalangan masyarakat belum tersebar luas, karena hanya dikenal di lingkungan pendidikan saja. Walaupun demikian, masyarakat lambat laun mengenal sifat dan manfaat olahraga ini dan dari hari ke hari penggemarnya bertambah.
Oleh kalangan Belanda telah dibentuk sebuah organisasi, yang akan menangani penyelenggaraan pertandingan-pertandingan Atletik dengan nama Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU).
Di Medan pada tahun 1930-an juga telah berdiri sebuah Organisasi bernama Sumatera Athletiek Bond (SAB), yang menyelenggarakan perlombaan-perlombaan Atletik antar sekolah Mulo, HBS dan perguruan-perguruan swasta.
Perkembangan olahraga ini di Pulau Jawa ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi seperti ISSV Hellas dan IAC di Jakarta, PAS di Surabaya dan ABA di Surakarta.
Dalam mengikuti sejarah pertumbuhan dan perkembangannya, diperoleh kesimpulan bahwa Atletik Indonesia masih berumur setahun jagung.
Akan tetapi berkat perananan NIAU pada zaman Belanda telah tampil bintang-bintang Indonesia yang dapat diandalkan, seperti Effendi Saleh, Tomasoa, Mochtar Saleh, M. Murbambang, Harun Al Rasyid, Mohd. Abdulah dan F.G.E. Rorimpandey.
Selama pendudukan Jepang, kegiatan cabang olahraga ini praktis terhenti. Dengan terbentuknya Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) pada awal tahun 1946, bagian Atletik dalam PORI segera menghidupkan kegiatan cabang olahraga menuju perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia yang baru merdeka.
Usaha nyata dibuktikan dengan terbentuknya Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Kegiatan pertama tercatat pada akhir tahun 1950 juga dengan mengadakan perlombaan olahraga ini di Bandung.
Perlombaan tersebut sekaligus dimaksudkan sebagai persiapan atlet-atlet Indonesia menghadapi Asian Games I pada tahun 1951 di New Delhi. Organisasi Induk PASI telah diterima sebagai anggota Atletik Internasional (IAAF).
Dalam Asian Games I Tim Atletik Indonesia telah berhasil mendapatkan 5 medali perunggu sebagai berikut :
1. Lompat Tinggi : Sudarmojo
2. Lompat Jangkit :Hendarsin
3. Lempar Lembing : Matulessy
4. Lempar Cakram : Anni Salamun
Prestasi Nurbambang 10.8 m dalam lari 100 m baru dapat diperbaiki oleh sprinter M. Sarengat pada Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta dengan catatan 10.5 detik dan dengan demikian menjadi pelari tercepat Asia.
Selanjutnya dicatat beberapa pemecahan rekor nasional pada persiapan Asian Games IV dan Ganefo tahun 1963. Untuk menghadapi Olympiade Tokyo tahun 1964 dalam Asian Tour telah dipecahkan 6 rekor nasional, hal serupa diperoleh pada waktu Asian Games V tahun 1966 di Bangkok. Akan tetapi prestasi-prestasi tersebut belum dapat menyaingi prestasi Asia.
Atletik kerap dilombakan dalam beberapa event olahraga, bahkan tingkat Olimpiade. Atletik pertama kali dilombakan pada event Olimpiade sejak tahun 776 SM. Hingga kini, cabang atletik tidak pernah absen diikutsertakan dalam Olimpiade. Dulu satu-satunya atletik yang dilombakan adalah lari, namun kini macam-macam atletik yang dilombakan sangat beragam, seperti lari, lempar dan lompat. 
Pada tahun-tahun sebelum masehi, bangsa Eropa sering mengadakan kontes atletik. Event yang digelar adalah perlombaan melempar dan lari. Atletik memiliki arti yang sangat penting. Bahkan di Roma, seorang bangsawan muda diwajibkan berlatih lari, berkuda, memanah dengan tujuan sebagai pelatihan untuk bertempur

Recommended Posts :

0 komentar:

Poskan Komentar - Kembali ke Konten

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

 

Alexa Site Info

Categories